Tampilkan postingan dengan label fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fisika. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Maret 2011
Hubungan Internasional
gaya
Keseimbangan
Telah dikatakan sebelumnya bahwa suatu benda tegar dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi. Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepat mengenai suatu titik yang yang disebut titik berat.
Gaya gesekan
DINAMIKA
DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
Pendahuluan.
Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA.
Kamis, 24 Maret 2011
persamaan gerak
Posisi titik materi dapat dinyatakan dengan sebuah VEKTOR, baik pada suatu bidang datar maupun dalam bidang ruang.
Vektor yang dipergunakan untuk menentukan posisi disebut VEKTOR POSISI yang ditulis dalam Vektor satuan.
Selengkapnya? download file berikut: Persamaan Gerak
CONTOH SOAL
CONTOH 1.
Sebuah benda bergerak sepanjang sumbu x dengan posisi :
1. Carilah kedudukan benda pada saat t = 3 detik.
2. Hitunglah perpindahan/pergeseran selama 3 detik pertama.
3. Hitunglah kecepatan rata-rata selama 2 detik pertama.
4. Hitunglah kecepatan rata-rata selama 2 detik kedua.
5. Hitunglah kecepatan pada saat t = 2 detik.
6. Hitunglah percepatan rata-rata selama 2 detik ketiga.
7. Hitunglah percepatan pada saat t = 3 detik.
8. Hitunglah kecepatan dan percepatan pada saat benda di x = 0
9. carilah kedudukan benda pada saat kecepatannya NOL.
10. Carilah kedudukan benda pada saat kecepatannya maksimum
11. Hitunglah selang waktu benda bergerak ke kiri.
12. Hitunglah selang waktu benda bergerak ke kanan.
13. Hitunglah waktu yang dibutuhkan benda untuk kembali ke tempat semula setelah bergerak.
14. Carilah kedudukan benda saat benda tepat berbalik arah.
15. Carilah kledudukan benda pada saat percepatannya 10 m/s2
16. Carilah kedudukan benda pada saat kecepatannya 11 m/s
17. Hitunglah panjang lintasan yang ditempuh selama 3 detik pertama.
CONTOH 2.
Suatu benda bergerak sepanjang sumbu x dengan percepatan sebesar :
A = 2x + 4 pada saat x = 0 v = 4 m/s. Hitunglah kecepatannya pada x = 4 mete
Vektor yang dipergunakan untuk menentukan posisi disebut VEKTOR POSISI yang ditulis dalam Vektor satuan.
Selengkapnya? download file berikut: Persamaan Gerak
CONTOH SOAL
CONTOH 1.
Sebuah benda bergerak sepanjang sumbu x dengan posisi :
1. Carilah kedudukan benda pada saat t = 3 detik.
2. Hitunglah perpindahan/pergeseran selama 3 detik pertama.
3. Hitunglah kecepatan rata-rata selama 2 detik pertama.
4. Hitunglah kecepatan rata-rata selama 2 detik kedua.
5. Hitunglah kecepatan pada saat t = 2 detik.
6. Hitunglah percepatan rata-rata selama 2 detik ketiga.
7. Hitunglah percepatan pada saat t = 3 detik.
8. Hitunglah kecepatan dan percepatan pada saat benda di x = 0
9. carilah kedudukan benda pada saat kecepatannya NOL.
10. Carilah kedudukan benda pada saat kecepatannya maksimum
11. Hitunglah selang waktu benda bergerak ke kiri.
12. Hitunglah selang waktu benda bergerak ke kanan.
13. Hitunglah waktu yang dibutuhkan benda untuk kembali ke tempat semula setelah bergerak.
14. Carilah kedudukan benda saat benda tepat berbalik arah.
15. Carilah kledudukan benda pada saat percepatannya 10 m/s2
16. Carilah kedudukan benda pada saat kecepatannya 11 m/s
17. Hitunglah panjang lintasan yang ditempuh selama 3 detik pertama.
CONTOH 2.
Suatu benda bergerak sepanjang sumbu x dengan percepatan sebesar :
A = 2x + 4 pada saat x = 0 v = 4 m/s. Hitunglah kecepatannya pada x = 4 mete
SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
4 macam sifat koligatif larutan:
o Penurunan tekanan uap
o Kenaikan titik didih larutan
o Penurunan titik beku larutan
o Tekanan osmotik
I. PENURUNAN TEKANAN UAP (ΔP)
Keterangan :
ΔP : penurunan tekanan uap
Po : tekanan uap jenuh pelarut
P : tekanan uap jenuh larutan
Xp : fraksi mol pelarut
Xt : fraksi mol terlarut
Penting!!
Jika zat pelarut atau terlarut merupakan elektrolit maka ditambahkan faktor Van’t Hoff (i) pada rumus fraksi mol (mol zat elektrolit (pelarut atau terlarut) dikali i)
Keterangan :
α : derajat ionisasi → elektrolit kuat α = 1
n : jumlah ion
cnth: Al2(SO4)3 → n = 5
H2SO4 → n = 3
II. KENAIKAN TITIK DIDIH (ΔTb)
Keterangan :
ΔTb : kenaikan titik didih
Kb : konstanta kenaikan titik didih molal pelarut
m : molalitas zat terlarut
Tb air = 100oC
i : faktor Van’t Hoff
III. PENURUNAN TITIK BEKU (ΔTf)

Keterangan :
ΔTf : penurunan titik beku
Kf : konstanta penurunan titik beku molal pelarut
m : molalitas zat terlarut
Tf air = 0oC
i : faktor Van’t Hoff
IV. TEKANAN OSMOTIK (∏)
Keterangan :
M : molaritas larutan (M)
R : 0,082
T : suhu (K)
o Penurunan tekanan uap
o Kenaikan titik didih larutan
o Penurunan titik beku larutan
o Tekanan osmotik
I. PENURUNAN TEKANAN UAP (ΔP)
ΔP : penurunan tekanan uap
Po : tekanan uap jenuh pelarut
P : tekanan uap jenuh larutan
Xp : fraksi mol pelarut
Xt : fraksi mol terlarut
Penting!!
Jika zat pelarut atau terlarut merupakan elektrolit maka ditambahkan faktor Van’t Hoff (i) pada rumus fraksi mol (mol zat elektrolit (pelarut atau terlarut) dikali i)
α : derajat ionisasi → elektrolit kuat α = 1
n : jumlah ion
cnth: Al2(SO4)3 → n = 5
H2SO4 → n = 3
II. KENAIKAN TITIK DIDIH (ΔTb)
ΔTb : kenaikan titik didih
Kb : konstanta kenaikan titik didih molal pelarut
m : molalitas zat terlarut
Tb air = 100oC
i : faktor Van’t Hoff
III. PENURUNAN TITIK BEKU (ΔTf)
ΔTf : penurunan titik beku
Kf : konstanta penurunan titik beku molal pelarut
m : molalitas zat terlarut
Tf air = 0oC
i : faktor Van’t Hoff
IV. TEKANAN OSMOTIK (∏)
M : molaritas larutan (M)
R : 0,082
T : suhu (K)
Langganan:
Postingan (Atom)